Senyawa Kimia dibalik Asap Rokok


Pada bulan April 1994, lima perusahaan rokok besar Amerika mengirimkan daftar yang berisi 599 bahan aditif disetujui oleh Pemerintah AS untuk digunakan dalam pembuatan rokok.

Walaupun bahan-bahan ini telah disetujui sebagai aditif untuk makanan, akan tetapi tidak diuji dengan membakarnya. Para ahli mengatakan bahwa asap rokok mengandung lebih dari 4.000 senyawa yang berbeda, dan 69 dari bahan kimia tersebut diketahui menyebabkan kanker. Sejumlah besar dari senyawa tersebut bersifat toksik (beracun) dan dapat merusak sel-sel tubuh. Banyak dari senyawa tersebut juga bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker). Karbon monoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida dan amonia semua ada dalam asap rokok.

Diantara zat yang ada, yang paling banyak adalah tar, nikotin dan karbon monoksida. Di bawah ini adalah beberapa informasi tentang senyawa-senyawa yang ditemukan dalam asap tembakau:

1-aminonaphthalene: terdapat dalam bahan dalam pembunuh gulma, dikenal juga sebagai karsinogen.
2-aminonaphthalene: zat ini menyebabkan kanker kandung kemih, sehingga dilarang digunakan dalam proses industri.
1,3-Butadiene: digunakan dalam lateks, karet dan produk neoprene. Para ahli menyatakan senyawa ini kemungkinan besar juga berefek karsinogen.
Akrilonitril: juga dikenal sebagai sianida vynil. Para ahli meyakini bahwa Akrinolitril juga menyebabkan kanker pada manusia. Senyawa ini sering digunakan dalam karet sintetis, resin dan plastik.
Amonia: diketahui menyebabkan asma dan meningkatkan tekanan darah. Amonia juga digunakan dalam pembersih.
Akrolein: biasa digunakan dalam herbisida dan resin polyester. Akrolein ini juga digunakan dalam senjata kimia. Akrolein adalah unsur dalam gas air mata. Senyawa ini sangat beracun serta mengiritasi mata dan saluran pernapasan bagian atas.
Asetaldehida: bahan kimia ini sering digunakan dalam resin dan perekat. Asetaldehida ini diyakini menjadi karsinogen. Para ahli mengatakan ada kemungkinan bahwa ia juga memfasilitasi penyerapan kimia berbahaya lainnya ke saluran bronkial.
Aseton:  bahan kimia ini digunakan dalam pelarut. Aseton dapat mengiritasi mata, hidung dan tenggorokan. Paparan jangka panjang dapat merusak hati dan ginjal.
Benzene: digunakan dalam bensin, menyebabkan beberapa jenis kanker, termasuk leukemia.
Benzo [a] pyrene: zat kimia ini ditemukan dalam proses pengolahan batu bara dan kreosot. Ia juga termasuk karsinogen, terutama untuk kanker paru-paru dan kulit. Selain itu,  Benzo [a] pyrene juga dapat merusak kesuburan manusia.
Butyraldehyde: senyawa kimia ini mempengaruhi lapisan paru-paru dan hidung, sering digunakan dalam pelarut dan resin. Butyraldehyde merupakan iritan inhalasi yang kuat.
Crotonaldehyde: Para ahli mengatakan crotonaldehyde dapat mengacaukan sistem kekebalan tubuh manusia, dan juga dapat menyebabkan perubahan kromosom.
Formaldehida: merupakan bagian dari resin yang digunakan dalam insulasi busa, kayu lapis, papan serat dan partikel. Formaldehida dapat menyebabkan kanker hidung, serta merusak sistem kulit, pencernaan dan paru-paru.
Hidrogen Sianida: beberapa negara menggunakan bahan kimia ini di kamar gas untuk digunakan dalam eksekusi. Senyawa ini melemahkan paru-paru dan menyebabkan kelelahan, sakit kepala dan mual. Ia juga digunakan dalam produksi plastik akrilik dan resin, dan juga dapat menjadi sebuah fumigan.
Hydroquinone: memiliki efek yang merugikan pada sistem saraf pusat, yang juga menyebabkan cedera mata dan iritasi kulit. Senyawa ini digunakan dalam pernis, bahan bakar motor dan cat.
Isoprena: mirip dengan 1,3-butadiena. Ia menyebabkan iritasi kulit, mata dan selaput lendir. Sering digunakan dalam produk karet.
Kadmium: juga salahsatu karsinogen yang dikenal. Ia merusak otak, ginjal dan hati. Kadmium digunakan dalam pelapis non-korosif pada logam, baterai penyimpanan, pigmen, dan bantalan.
Katekol: berakibat meningkatkan tekanan darah dan mengiritasi saluran pernapasan bagian atas. Ia juga dapat menyebabkan dermatitis. Katekol digunakan sebagai antioksidan dalam minyak, tinta dan pewarna.
Kromium: diketahui menyebabkan kanker paru. Kromium ini digunakan dalam pengolahan kayu, pengawet kayu, pelapisan dan penyambungan logam. Mereka yang terlibat di bagian pengelasan memiliki risiko terbesar untuk terpapar kromium.
Kresol: inhalasi akut terhadap kresol dapat menyebabkan iritasi tenggorokan, hidung dan saluran pernapasan bagian atas. Kresol juga sering digunakan dalam disinfektan, pengawet dan pelarut kayu.
Metil Etil Keton (MEK): menekan sistem saraf manusia, mengiritasi mata, hidung dan tenggorokan. MEK digunakan dalam pelarut.
Quinoline: digunakan untuk menghentikan korosi dan juga sebagai pelarut untuk resin. Senyawa ini dapat meyebabkan iritasi mata parah, berbahaya bagi hati, dan menyebabkan mutasi genetik. Para ahli percaya quinoline mungkin juga mempunyai efek karsinogen.
Resorsinol: mengiritasi mata dan kulit. Hal ini digunakan dalam resin, perekat (lem) dan laminasi.
Styrene: mengiritasi mata, dapat memperlambat refleks, dan menyebabkan sakit kepala. Zat ini terkait dengan peningkatan risiko leukemia. Sering digunakan dalam bahan fiberglass, pipa, plastik dan isolasi.
Timbal: menyebabkan kerusakan saraf di otak, serta ginjal dan sistem reproduksi manusia. Asupan Timbal juga dapat menyebabkan masalah perut dan anemia. Timbal merupakan karsinogen yang dikenal dan sangat racun untuk anak-anak. Timbal digunakan dalam penyampuran cat dan logam.
Toluena: penyebab kebingungan, kehilangan memori, mual, lemah, anoreksia, dan gerakan mabuk. Ia juga terkait dengan kerusakan otak permanen. Zat kimia ini digunakan dalam resin, minyak dan pelarut.
Nikotin: senyawa ini bukan karsinogenik. Namun, sangat adiktif. Perokok merasa sangat sulit untuk berhenti karena mereka kecanduan nikotin. Nikotin adalah obat yang sangat cepat bertindak. Mencapai otak dalam waktu 15 detik dari mulai terhirup. Jika rokok dan produk tembakau lainnya tidak mengandung nikotin, jumlah orang yang merokok setiap hari akan turun drastis. Tanpa nikotin, industri tembakau akan runtuh. Nikotin digunakan sebagai insektisida yang sangat dikontrol. Paparan jumlah tertentu dapat menyebabkan muntah, kejang, depresi SSP (sistem saraf pusat), dan retardasi pertumbuhan. Senyawa ini juga dapat merusak perkembangan janin.
Karbon Monoksida: merupakan gas beracun. Tidak memiliki bau atau rasa. Tubuh merasa sulit untuk membedakan karbon monoksida dari oksigen dan menyerap ke dalam aliran darah. Boiler yang rusak memancarkan karbon monoksida berbahaya, untuk knalpot mobil. Karbon monoksida yang cukup dapat menyebabkan koma, bahkan kematian jika terhirup. Karbon monoksida menurunkan fungsi otot dan jantung, menyebabkan kelelahan, kelemahan, dan pusing. Gas ini sangat beracun bagi bayi dalam rahim, dan orang dengan penyakit jantung atau paru-paru.
Tar: terdiri dari beberapa bahan kimia penyebab kanker. Ketika seorang perokok menghirup asap rokok, 70% dari tar akan tertinggal di paru-paru. Tak percaya? Coba lakukan tes saputangan berikut. Isi mulut dengan asap rokok, jangan menarik napas, dan tiup asap melalui saputangan. Akan ada noda yang lengket dan berwarna coklat pada kain. Lakukan lagi, tapi kali ini hirup asap rokok tersebut dan tiup asap melalui kain, hanya akan ada noda cokelat muda yang sangat samar.

Bagaimana, masih ingin menghisapnya?

Baca Juga:

15 Masalah Kesehatan Karena Rokok yang Jarang Dipublikasikan

Share this article :
 
Comments
16 Comments

+ comments + 16 comments

28 November 2013 11.13

Terimakasih untuk postnya sob

27 Januari 2014 10.21

rokok memang sangat berbahaya bagi kesehatan.

30 Januari 2014 14.19

thanks for information ^^

Masa depan adalah milik mereka yang menyiapkan hari ini.

24 Maret 2015 11.20

Langkah terbaik untuk meramalkan masa depan adalah dengan cara menciptakan sendiri masa depan tersebut.

24 Maret 2015 11.26

Jika engkau gagal pada hari ini, janganlah engkau berputus asa, karena masih ada hari besok dan seterusnya yang akan mengajakmu menjadi lebih sukses.

Jangan menyerah atas impianmu. Impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, bahwa sukses bukan kunci utama kebahagiaan, Semangat!

Kalau tidak pernah berani tersesat, maka kalian tidak akan pernah menemukan jalan baru.

Janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari

Salah satu hal tersulit dalam hidup adalah tetap menjadi dirimu sendiri ketika semua orang berusaha mengubahmu menjadi orang lain.

Kerja keras memastikan anda berjalan dengan penuh tenaga, kerja cerdas memastikan anda bekerja dengan cara-cara yang tepat.

Tidak semua kerja keras berhasil sampai pada tujuan, Tapi tak ada sesuatu yang besar yang bisa di capai tanpa melalui kerja keras.

Terimakasih informasinya

27 Juni 2015 14.43

infonya sangat membantu

Thanks for sharing

Salam sehat

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. info-kes.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger