Apa itu Zinc? Apa Manfaatnya?

Zinc atau Seng (Zn) merupakan logam transisi yang termasuk kelompok 12 dalam tabel periodik. Sebagai "unsur jejak penting" , zinc memiliki makna biologis yang substansial bagi tanaman dan hewan.

Zinc bertanggung jawab bagi sejumlah fungsi yang berbeda dalam tubuh manusia dan membantu merangsang aktivitas kurang lebih 100 enzim yang berbeda.

Hanya dengan mengonsumsi asupan yang sangat kecil dari Zinc dapat memberikan manfaat yang besar bagi tubuh. Saat ini, Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk Zinc adalah: 9-12 mg / hari untuk wanita dan 12-17 mg / hari untuk pria (tergantung kelompok umur).
 

Peneliti Berhasil Menemukan Obat Uban dan Vitiligo

obat uban
Pseudocatalase, senyawa baru yang mampu membalikkan stres oksidatif dapat membantu untuk mengobati kehilangan warna kulit atau rambut, seperti uban atau vitiligo.

Para ilmuwan dari Institute for Pigmentary Disorders bekerjasama dengan E.M. Arndt University of Greifswald, Jerman dan Centre for Skin Sciences, School of Life Sciences di University of Bradford, Inggris, menjelaskan bahwa uban terjadi karena stres oksidatif secara masif yang disebabkan oleh terbentuknya hidrogen peroksida dalam folikel rambut. Hal inilah yang menyebabkan rambut memutih sendiri dari akarnya.
 

Obesitas dan Gangguan Metabolisme Dapat diwarisi

lelaki obesitas

Ayah yang Obesitas Mewariskan Kecenderungan untuk Obesitas dan Gangguan Metabolisme Kepada Anaknya

Jika Anda mengalami obesitas dan berharap untuk menjadi seorang ayah, inilah alasan yang sangat penting untuk menurunkan berat badan: anak dan cucu Anda mungkin akan mewarisi lingkar pinggang atau gangguan metabolisme yang Anda miliki. Baru-baru ini para ilmuwan telah menemukan pada tikus bahwa ayah yang obesitas (bahkan pada mereka yang tidak menunjukkan tanda-tanda diabetes) mewariskan sifat negatif ini, dan yang paling sering adalah pada anak perempuannya. Walaupun begitu, anak lelaki tidak sepenuhnya dapat menghindari warisan genetik ini, karena baik anak laki-laki dan anak-anak perempuan dari ayah yang mengalami obesitas mengalami peningkatan risiko terkena penyakit metabolik, seperti diabetes.
 

Mengapa Perempuan Merespon Lebih Baik Terhadap Stres?

stres

Sudah menjadi pandangan umum bahwa perempuan lebih tangguh daripada laki-laki dalam merespon stres, dan sekarang para peneliti di University of Buffalo telah menemukan penjelasan ilmiahnya. Makalah mereka telah dipublikasikan di jurnal bergengsi, Molecular Psychiatry.
 

Waspadai Penyakit Antraks

Apa Itu Penyakit Antraks?



Penyakit antraks adalah salah satu penyakit hewan yang dapat menular pada manusia secara akut, yang disebabkan oleh kuman antraks dan dapat menimbulkan kematian yang tinggi. Kuman ini dapat membentuk spora yang tahan terhadap segala perubahan lingkungan sehingga sulit dimusnahkan.
 

LDL (Low-density lipoprotein), Si Kolesterol “Jahat”

Apakah kolesterol itu?


Kolesterol dapat ditemukan dalam aliran darah dan di semua sel tubuh. Tubuh juga memproduksi semua kolesterol yang dibutuhkan. Low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol 'jahat' dapat menyatu dengan lemak dan zat-zat lain yang kemudian menumpuk di dinding bagian dalam arteri. Karenanya, arteri bisa menjadi tersumbat dan menyempit, sehingga mengakibatkan aliran darah berkurang. High-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol 'baik' membawa kolesterol berbahaya dari arteri dan membantu melindungi dari serangan jantung dan stroke.
 

Penyakit Demam Chikungunya

Awas Chikungunya

Epidemiologi Chikungunya

Sejarah dan Penyebaran Penyakit Chikungunya

Dari sejarah diduga KLB Chikungunya pernah terjadi pada tahun 1779 di Batavia dan Kairo; 1823 di Zanzibar; 1824 di India; 1870 di Zanzibar; 1871 di India; 1901 di Hongkong, Burma, dan Madras; 1923 di Calcuta.

Pada tahun 1928 di Cuba pertama kali digunakan istilah “dengue”, ini dapat diartikan bahwa infeksi Chikungunya sangat mirip dengan Dengue. Istilah “Chikungunya” berasal dari bahasa suku Swahili yang berarti “Orang yang jalannya membungkuk dan menekuk lututnya”, suku ini bermukim di dataran tinggi Makonde Provinsi Newala, Tanzania (yang sebelumnya bernama Tanganyika).
 

Tidur yang Cukup Dapat 'Melindungi Jantung'


“Penelitian ini menunjukkan bahwa mengkombinasikan antara tidur yang cukup dengan gaya hidup sehat lainnya dapat mengurangi risiko penyakit jantung".

Tidur tujuh jam atau lebih di malam hari merupakan salahsatu pola hidup sehat yang dapat meningkatkan manfaat bagi jantung. Sebelumnya, sebuah studi besar telah merekomendasikan bahwa pola hidup sehat, seperti olahraga, diet sehat, menghindari konsumsi alkohol dan merokok dapat mengurangi kematian akibat penyakit jantung atau stroke. Selain 4 pola hidup sehat tersebut, sebuah penelitian menyatakan bahwa risiko penyakit jantung bahkan dapat lebih ditekan jika ditambahkan dengan pola tidur yang baik.
 

Penyakit Jantung Koroner (PJK)

PENYAKIT JANTUNG KORONER
Penyakit jantung koroner (PJK) terjadi ketika pasokan darah ke otot-otot dan jaringan jantung tersumbat oleh penumpukan bahan lemak dalam dinding arteri koroner. Penyakit jantung koroner (PJK) ini dapat dikatakan sebagai pembunuh nomor satu. Di seluruh dunia, PJK menyebabkan kurang lebih 74.000 kematian setiap tahun. Artinya, rata-rata 200 orang setiap hari.

Untuk Indonesia, saat ini penyakit jantung koroner menempati posisi pertama sebagai penyebab kematian. Tingginya angka kematian di Indonesia akibat penyakit jantung koroner (PJK) mencapai 26% dari seluruh jumlah kematian akibat penyakit. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga Nasional (SKRTN), dalam 10 tahun terakhir angka tersebut cenderung mengalami peningkatan.

Perlu juga diketahui, sebanyak 40% orang yang meninggal karena serangan jantung tidak mengetahui kalau dirinya mengidap penyakit jantung koroner. Karena itu, adalah sangat penting bagi kita untuk mengetahui penyakit yang satu ini.

Apakah Penyakit Jantung Koroner Itu?


Jantung adalah sebuah pompa seukuran kepalan tangan yang mengirimkan darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Darah dipompa ke organ-organ tubuh melalui pembuluh darah yang dikenal sebagai arteri, dan kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena.

Selain mengirimkan darah ke seluruh tubuh, jantung sendiri juga membutuhkan suplai darah untuk tetap bekerja. Penyakit jantung terjadi ketika arteri yang membawa darah ini, yang dikenal sebagai arteri koroner, mulai tersumbat oleh penumpukan endapan lemak.

Penyumbatan ini disebabkan karena lapisan dalam arteri koroner secara sedikit demi sedikit dipenuhi oleh endapan zat menyerupai bubur, yang dikenal sebagai plak, dan terbentuk dari kolesterol. Proses penyumbatan ini dikenal sebagai aterosklerosis.

Plak mempersempit arteri dan mengurangi ruang darah untuk dapat mengalir. Plak tersebut juga dapat memblokir nutrisi yang dikirimkan ke dinding arteri, yang berarti arteri kehilangan elastisitasnya. Pada gilirannya, ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yang juga meningkatkan risiko penyakit jantung. Proses yang sama terjadi di arteri seluruh tubuh, dan dapat menambah beban lebih lanjut pada jantung.

Jika arteri sebagian besar tersumbat, seseorang dapat mengalami angina  (nyeri dada parah yang dapat menyebar ke seluruh tubuh bagian atas) yang disebabkan karena jantung berjuang untuk tetap memompa pada pasokan oksigen yang terbatas. Pada kondisi ini, seseorang berisiko lebih besar untuk terkena serangan jantung.

Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi terkena aterosklerosis karena faktor genetik serta beberapa faktor gaya hidup yang juga meningkatkan risiko, seperti diet yang tidak sehat (terlalu banyak konsumsi gula misalnya), kurang olahraga, diabetes, tekanan darah tinggi dan yang paling penting, merokok.

Apa yang Terjadi Selama Serangan Jantung?


Serangan jantung terjadi ketika salah satu arteri koroner menjadi sepenuhnya tersumbat. Hal ini biasanya terjadi ketika plak, yang sudah mempersempit arteri, retak atau pecah. Hal ini memicu pembentukan bekuan darah di sekitar plak tersebut, dan bekuan darah inilah yang kemudian benar-benar memblok arteri.

Dengan suplai oksigen benar-benar diblokir, otot jantung dan jaringan yang disuplai oleh arteri mulai mati. Intervensi medis diperlukan untuk membuka pemblokiran arteri dan memulihkan aliran darah. Intervensi ini terdiri dari pengobatan dengan obat untuk melarutkan bekuan atau trombus, atau operasi kecil yang dilakukan melalui kulit dan pembuluh darah untuk membuka arteri yang tersumbat.

Hasil akhir dari serangan jantung bergantung pada jumlah otot yang mati sebelum diperbaiki. Semakin kecil daerah yang terkena, semakin besar kesempatannya untuk bertahan hidup dan pulih kembali.

Sementara serangan jantung akan selalu menyebabkan beberapa kerusakan permanen, beberapa daerah mungkin dapat pulih jika tidak mengalami kekurangan darah yang terlalu lama. Semakin cepat serangan jantung didiagnosa dan diobati, semakin besar pula kesempatan untuk mengalami pemulihan.

Penyakit Jantung Lainnya


Penyakit lain yang sering mempengaruhi jantung meliputi:

Gagal Jantung Kronis

PJK merupakan salah satu penyebab utama gagal jantung. Pada kasus Gagal jantung kronis, jantung tidak bekerja secara efektif sebagai pompa, sehingga menyebabkan cairan mengumpul di tungkai bawah dan paru-paru. Hal ini menyebabkan berbagai keluhan dan secara signifikan mengurangi kualitas hidup.

Infeksi

infeksi bakteri seperti endokarditis telah jarang terjadi, tetapi dapat merusak katup jantung serta jaringan lain. Infeksi virus juga dapat merusak otot jantung dan menyebabkan gagal jantung, atau menyebabkan irama jantung yang abnormal.

Penyakit Jantung Bawaan

Sejumlah kecacatan dapat terjadi di jantung sejak bayi berkembang dalam rahim. Salah satu contohnya adalah adanya lubang di jantung, yang juga dikenal sebagai defek septum. Penyakit jantung kongenital dapat menyebabkan aliran darah abnormal dan menambah beban yang berlebihan pada jantung bayi setelah lahir.

Cardiomyopathy 

Penyakit otot jantung yang dapat terjadi dikarenakan beberapa penyebab yang berbeda, seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, infeksi virus, konsumsi alkohol yang tinggi dan penyakit tiroid.
 

Penyakit Infeksi TORCH

Penyakit Infeksi TORCH (Toksoplasma, Rubela, Cytomegalovirus/CMV dan Herpes simplex) adalah sekelompok infeksi yang dapat ditularkan dari wanita hamil kepada bayinya. Ibu hamil yang terinfeksi TORCH berisiko tinggi menularkan kepada janinnya yang bisa menyebabkan cacat bawaan. Dugaan terhadap infeksi TORCH baru bisa dibuktikan dengan melakukan pemeriksaan darah atau skrining. Jika hasilnya positif, atau terdapat infeksi aktif, selanjutnya disarankan pemeriksaan diagnostik berupa pengambilan sedikit cairan ketuban untuk diperiksa di laboratorium.
 

Sejarah Pengendalian Malaria Di Indonesia

A.      Periode 1959 – 1968 (Periode Pembasmian Malaria)


Upaya pengendalian penyakit malaria dimulai sejak tahun 1959 dengan adanya KOPEM (Komando Pembasmian Malaria) di pusat dan di daerah didirikan Dinas Pembasmian Malaria yang merupakan integrasi institut Malaria, serta untuk pelatihan didirikan Pusat Latihan Malaria di Ciloto dan 4 pusat latihan lapangan di luar Jawa.

penyemprotan insektisida
Pada periode ini pengendalian malaria disebut sebagai periode pembasmian, dimana fokus pembasmian dilaksanakan di pulau Jawa, Bali dan Lampung. Kegiatan utama yang dilaksanakan adalah dengan penyemprotan insektisida, pengobatan dengan Klorokuin dan profilaksis. Baru pada tahun 1961 -1964 penyemprotan insektisida dilakukan juga di luar wilayah Jawa dan Bali. Upaya ini cukup berhasil di daerah Jawa dan Bali dengan adanya penurunan parasite rate.

Tahun 1966, upaya pemberantasan malaria menghadapi berbagai kendala, yang disebabkan karena pembiayaan menurun baik dari pemerintah maupun dari bantuan luar, meluasnya resistensi Anopheles aconitus terhadap DDT dan Dieldrin di Jawa Tengah dan Jawa Timur, adanya resistensi Plasmodium falciparum dan Plasmodium malariae terhadap Pirimetamin dan Proguanil serta meningkatnya toleransi Plasmodium falciparum terhadap Primakuin di Irian Jaya.

Selanjutnya tahun 1968, KOPEM diintegrasikan ke dalam Ditjen P4M (Pencegahan Pemberantasan dan Pembasmian Penyakit Menular), sehingga tidak lagi menggunakan istilah pembasmian melainkan pemberantasan.

B.     Periode 1969 – 2000 (Pemberantasan Malaria)


Dengan terintegrasinya upaya pengendalian malaria dengan sistim pelayanan kesehatan, maka kegiatan malaria dilaksanakan oleh Puskesmas, RS maupun sarana Pelayanan kesehatan lainnya. Seiring dengan perubahan ekologi, tahun 1973 mulai dilaporkan adanya resistensi Plasmodium falciparum di Yogyakarta, bahkan tahun 1975 di seluruh provinsi di Indonesia, disertai dengan kasus resistensi Plasmodium terhadap Sulfadoksin-Pirimethamin (SP) di beberapa tempat di Indonesia.

Tahun 1973 ditemukan penderita import dari Kalimantan Timur di Yogyakarta. Tahun 1991 dilaporkan adanya kasus resistensi Plasmodium vivax terhadap Klorokuin di Pulau Nias, Provinsi Sumatera Utara.

C.      Periode 2000 – sekarang


Sejak dilaporkan adanya resistensi Plasmodium falciparum terhadap Klorokuin (hampir di seluruh provinsi di Indonesia) dan terhadap Sulfadoksin-Pirimethamin (SP) di beberapa tempat di Indonesia, maka sejak tahun 2004 kebijakan pemerintah menggunakan obat pilihan pengganti Klorokuin dan SP yaitu dengan kombinasi Artemisinin (Artemisinin-based Combination Therapy/ACT).

Ayo Berantas Malaria
Pada tahun 2000 dilahirkan Penggalakkan pemberantasan malaria melalui gerakan masyarakat yang dikenal dengan Gerakan Berantas Kembali Malaria atau ”Gebrak Malaria”. Gerakan ini merupakan embrio pengendalian malaria yang berbasis kemitraan dengan berbagai sektor dengan slogan “Ayo Berantas Malaria”. Selanjutnya tahun 2004 dibentuk Pos Malaria Desa Sebagai bentuk Upaya Kesehatan berbasis masyarakat (UKBM).

Mengingat malaria masih menjadi masalah di tingkatan global, dalam pertemuan WHA 60 tanggal 18 Mei 2007 telah dihasilkan komitmen global tentang eliminasi malaria bagi setiap negara. Indonesia termasuk salah satu negara yang berkomitmen untuk meng- Eliminasi malaria di Indonesia. Eliminasi Malaria sangat mungkin dilaksanakan mengingat telah tersedia 3 kunci utama yaitu :
  1. Ada obat ACT
  2. Ada teknik diagnosa cepat dengan RDT (Rapid Diagnose Test)
  3. Ada teknik pencegahan dengan menggunakan kelambu LLIN (Long Lasting Insectized Net), yang didukung oleh komitmen yang tinggi dari pemda setempat.

Malaria sebagai salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, berdampak kepada penurunan kualitas sumber daya manusia yang dapat menimbulkan berbagai masalah sosial, ekonomi, bahkan berpengaruh terhadap ketahanan nasional. Disadari bahwa penyebaran malaria tidak mengenal batas wilayah administrasi, oleh karena itu upaya pengendalian malaria memerlukan usaha bersama dari kita sebagai warga masyarakat.

Artikel berikut mungkin bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai Vektor Malaria dan Cara Pengendaliannya.
 

Vektor Malaria dan Cara Pengendaliannya

Vektor Malaria


Nyamuk anopheles vektor malaria

Vektor malaria adalah nyamuk Anopheles, dengan ciri khas menungging saat hinggap atau menghisap darah. Nyamuk Anopheles mempunyai siklus hidup sempurna terdiri dari telur (1-2 hari), jentik (6-8 hari), kepompong (1-2 hari) dan nyamuk (2-3 bulan).

Habitat Perkembangbiakan


Habitat Vektor Malaria

Tipe perairan yang dapat menjadi habitat perkembangbiakan vektor malaria, antara lain tambak terbengkalai, bak benur terbengkalai, kolam, lagun, rawarawa, parit, sungai, sawah, saluran irigasi, sumur, kubangan, kobakan, kolam pascatambang, bak air dan mata air.

Pengendalian Secara Terpadu


Pengendalian vektor terpadu dilaksanakan secara bersama dari beberapa metode, meliputi pengendalian fisik, biologi, kimia bersama pemberdayaan masyarakat.

1.   Pengendalian Fisik


Pengendalian fisik vektor malaria

Pengendalian fisik dapat berupa penimbunan kolam, pengangkatan tumbuhan air, pengeringan sawah secara berkala setidaknya setiap dua minggu sekali dan pemasangan kawat kasa pada jendela.

2.   Pengendalian Biologis


Pengendalian biologis vektor malaria

Pengendalian biologi dapat berupa penebaran ikan dan Bacillus thuringiensis serta predator larva lainnya.

3.   Pengendalian Kimia


Pengendalian kimia vektor malaria

Pengendalian kimia dapat menggunakan kelambu berinsektisida, indoor residual spray, repellent, insektisida rumah tangga dan penaburan larvasida.


Mari kita jaga secara bersama-sama lingkungan kita dari perkembangbiakan nyamuk Anopheles, vektor malaria.
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. info-kes.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger