Jaga Ginjal Anda dari Sekarang

Penyakit Ginjal


penyakit ginjal
Penyakit ginjal merupakan masalah kesehatan yang berkembang hampir diseluruh belahan dunia. Misalnya, lebih dari 20 juta orang Amerika mengalami penyakit ginjal dan mungkin lebih banyak lagi beresiko untuk itu. Di Australia, dalam satu tahun, lebih dari 500.000 warganya berkonsultasi dengan dokter tentang penyakit ginjal dan infeksi saluran kemih. Satu dari tiga orang dewasa Australia mengalami peningkatan risiko penyakit ginjal kronis, dan satu di sembilan mengalami beberapa tanda-tanda penyakit ginjal kronis. Selama hidup mereka, sepertiga dari wanita dan satu dari sepuluh orang akan menderita infeksi kandung kemih dan satu di 35 perempuan akan menderita batu ginjal.

Bagaimana dengan Indonesia? Saat ini, sekitar 80.000 penduduk Indonesia menjalani hemodialisis atau terapi cuci darah akibat gangguan ginjal yang dideritanya.  Tiap tahun, ada sekitar 2.700 orang Indonesia menggalami gangguan fungsi ginjal.

Intinya, siapapun dapat terkena penyakit ginjal, tanpa memandang usia atau ras.

Bagaimana Penyakit Ginjal Dapat Terjadi?


Ginjal merupakan organ yang bertugas menyaring air yang tak terpakai dan limbah dari darah serta membuat urin. Ginjal juga membantu mengontrol tekanan darah sehingga tubuh dapat tetap sehat.

anatomi organ ginjal

Jika anda mengalami penyakit ginjal, berarti ginjal telah rusak dan tidak dapat menyaring darah seperti yang seharusnya. Kerusakan ini dapat menyebabkan limbah dan racun menumpuk di dalam tubuh. Penumpukan zat sisa dan racun ini dapat menyebabkan masalah lain yang dapat membahayakan kesehatan.

Bagi kebanyakan orang, kerusakan ginjal terjadi secara perlahan selama bertahun-tahun, yang sering dikarenakan diabetes atau tekanan darah tinggi. Ini disebut  penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease). Ketika seseorang mengalami perubahan mendadak dalam fungsi ginjal karena sakit, atau cedera, atau karena mengonsumsi obat tertentu ini disebut cedera ginjal akut (acute kidney injury) yang dulunya populer disebut gagal ginjal akut (GGA). Masalah ginjal ini dapat terjadi pada orang dengan ginjal normal atau pada seseorang yang memang sudah memiliki masalah ginjal.

Faktor Risiko untuk Penyakit Ginjal


Anda lebih 'beresiko' penyakit ginjal kronis jika:
  • Menderita diabetes
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Mengalami obesitas
  • Berumur lebih dari 60 tahun
  • Memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit ginjal, seperti penyakit ginjal polikistik
  • Memiliki parut pada ginjal yang disebabkan oleh aliran balik urin dari kandung kemih
  • Merokok
  • Menderita masalah jantung (gagal jantung atau serangan jantung) atau pernah mengalami stroke

 Tekanan Darah Tinggi dapat Merusak Ginjal


Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah peningkatan tekanan di dalam arteri yang membawa darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh. Tekanan darah tinggi yang tidak diobati dapat merusak ginjal serta berpotensi merusak jantung dan arteri.

tekanan darah tinggi

Jika tekanan darah tidak terkontrol dan tetap tinggi,
ia dapat merusak pembuluh yang memasok darah ke organ-organ internal. Pembuluh darah yang sangat kecil sering kali yang pertama akan terpengaruh. Jika tidak diobati, hal ini dapat menyebabkan penyakit ginjal, serangan jantung, stroke dan bahkan kehilangan penglihatan.

Tekanan darah tinggi dapat disebabkan oleh banyak hal, tetapi sebagian besar tekanan darah tinggi tidak diketahui penyebabnya. Anda akan lebih berisiko untuk menderita tekanan darah tinggi jika Anda lebih tua atau memiliki riwayat keluarga dari kondisi tersebut.

Tekanan darah tinggi juga dapat terjadi sebagai akibat dari penyakit ginjal atau stenosis arteri ginjal (penyempitan arteri utama ke satu atau kedua ginjal). Hal ini dikarenakan ginjal juga berfungsi mengontrol jumlah cairan dalam pembuluh darah dan menghasilkan hormon yang disebut renin yang membantu untuk mengontrol tekanan darah.

Gejala Penyakit Ginjal


Penyakit ginjal disebut 'silent disease' karena seringkali
hanya menunjukkan sedikit atau bahkan tanpa gejala. Beberapa tanda dan gejala penyakit ginjal adalah:
  • Perubahan frekuensi dan kuantitas urin, terutama pada malam hari (biasanya terjadi peningkatan pada awalnya)
  • Darah dalam urin (hematuria)
  • Urin berbusa
  • Bengkak di sekitar mata dan pergelangan kaki (edema)
  • Nyeri di punggung (bagian bawah)
  • Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil.

Ketika ginjal mulai mengalami kegagalan, mengakibatkan adanya timbunan produk limbah dan cairan ekstra dalam darah, sehingga secara bertahap gejala mengarah ke:
  • Kecapekan, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi
  • Umumnya merasa tidak sehat
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Sesak napas.

 Pengobatan Penyakit Ginjal


Jika terdeteksi cukup dini, laju penyakit ginjal dapat diperlambat dan kadang-kadang bahkan dicegah. Pada tahap awal, perubahan diet dan obat-obatan dapat membantu memperpanjang masa pakai ginjal.

Jika fungsi ginjal berkurang hingga kurang dari 10 persen dari normal, hilangnya fungsi
ginjal harus diganti dengan dialisis atau transplantasi ginjal. Dialisis adalah pengobatan untuk gagal ginjal yang bertujuan menghilangkan produk-produk limbah dan air tambahan dari darah dengan menyaring melalui membran khusus (halus filter).

Diagnosis Penyakit Ginjal


tes urine
Deteksi dini penyakit ginjal dapat menyelamatkan nyawa. Obat dan perubahan gaya hidup, bersama dengan rujukan awal ke spesialis ginjal (nephrologist), dapat mencegah atau menunda gagal ginjal.

Jika Anda 'berisiko tinggi'
untuk mengalami penyakit ginjal kronis, bicaralah dengan dokter Anda untuk menjalani cek kesehatan ginjal rutin. Ini termasuk:
  • Mengukur tekanan darah
  • Tes darah untuk fungsi ginjal
  • Tes urine untuk albumin dalam urin (albuminuria)
  • Jika Anda menderita tekanan darah tinggi atau diabetes, Anda harus menjalani pemeriksaan kesehatan ginjal setiap tahun.

 Perubahan Gaya Hidup dapat Menjaga Ginjal Tetap Sehat


Membuat pilihan gaya hidup sehat dapat membantu untuk menjaga ginjal berfungsi dengan baik, seperti:
  • Makan banyak buah dan sayuran, termasuk kacang-kacangan (kacang polong atau kacang tanah) dan makanan berbasis gabah seperti roti, pasta, mie dan nasi.
  • Makan daging tanpa lemak seperti ayam dan ikan setiap minggu.
  • Makan hanya sejumlah kecil makanan asin atau berlemak.
  • Minum banyak air daripada minuman lain. Meminimalkan konsumsi minuman ringan bergula.
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Tetap fit. Lakukan minimal 30 menit aktivitas fisik yang dapat meningkatkan denyut jantung sebanyak lima hari atau lebih dalam seminggu, termasuk berjalan, memotong rumput, bersepeda, berenang atau aerobik ringan.
  • Jika Anda tidak merokok, jangan memulai. Jika Anda terlanjur merokoka, berhenti!
  • Jauhi konsumsi alkohol.
  • Periksa tekanan darah secara teratur.
  • Lakukan hal-hal yang membantu Anda rileks dan mengurangi stres.

  Perlu diingat


  • Anda dapat menjaga ginjal dengan makan makanan sehat, tetap aktif dan menjaga berat badan yang ideal.
  • Banyak penyakit dapat mempengaruhi ginjal.
  • Periksa tekanan darah secara teratur.

Mari jaga Ginjal dari sekarang, share dengan yang lain ya...
Share this article :
 
Comments
2 Comments

+ comments + 2 comments

15 Mei 2014 06.20

yup penting sekali untuk menjaga kesehatan ginjal...

nia
30 Agustus 2014 12.21

Saya bekerja di bank .akhir akhit ini saya kurang minum.sekarang saya merasa sakit di bagian kiri berut belakang.dan saya suka sesak nafas .cepat lelah.anemia.apa seharusnya sy periksa ke dokter?trimakasih

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. info-kes.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger