Kenali Kanker Serviks Sedini Mungkin!

Apa Itu Kanker Serviks?


Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak dan ditakuti kaum wanita. Dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiganya, dan merupakan pembunuh wanita nomor satu di Indonesia. Setiap harinya, ada 40 wanita di Indonesia yang terdiagnosa menderita kanker serviks dan 20 wanita meninggal karena kanker serviks. Setiap tahunnya, terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia.
 

10 Penyakit Paling Mematikan di Dunia

Dalam perjalanan hidupnya, manusia selalu berhadapan dengan penyakit, mulai dari yang ringan hingga yang paling parah. Dari ribuan penyakit yang telah dikenal manusia, ada beberapa diantaranya yang paling populer karena lebih mematikan dibandingkan penyakit yang lain. Berikut akan dipaparkan 10 besar penyakit yang paling mematikan dan apa saja penyebabnya, gejala dan cara untuk menghindarinya.

10. Kanker Trakea, Bronkus, dan Paru


Semakin banyak rokok yang Anda hisap per hari dan semakin awal Anda mulai merokok, risiko untuk terkena kanker paru-paru akan lebih besar. Tapi apa yang lebih menakutkan adalah bahwa lebih dari 3.000 orang dewasa yang tidak merokok meninggal setiap tahunnya akibat kanker paru-paru yang disebabkan oleh menghirup asap dari orang yang merokok disekitarnya. Kanker paru merupakan jenis kanker yang paling mematikan, baik bagi pria maupun wanita. Setiap tahunnya, lebih banyak orang meninggal karena kanker paru-paru dibandingkan orang yang meninggal akibat kanker payudara, usus besar dan prostat. Segera jauhi rokok dan jauhi para perokok, karena keduanya mendatangkan bahaya yang besar kepada Anda!

9. Malaria


Malaria disebabkan oleh parasit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Pada manusia, parasit berjalan ke hati, yang mana mereka menetap dan dewasa disana. Setelah dewasa, mereka melepaskan parasit lain yang kemudian memasuki aliran darah dan menginfeksi sel-sel darah merah. Walaupun parasit malaria berkembang biak dengan cepat, tetapi gejala bisa memakan waktu hingga satu tahun untuk mulai terasa. Penyakit ini merupakan masalah kesehatan utama di banyak daerah tropis dan subtropis. Diperkirakan ada 300-500 juta kasus malaria setiap tahunnya, dan lebih dari 1 juta orang meninggal akibat penyakit tersebut.

8. Tuberkulosis


Batuk berdahak, demam, kelelahan, keringat berlebihan dan penurunan berat badan merupakan gejala penyakit tuberkulosis paru, atau sering disingkat TB. TB adalah infeksi bakteri yang menyerang paru-paru, tetapi dapat pula menyebar ke organ lain. Gejala penyakit ini dapat tetap stagnan selama bertahun-tahun atau dapat juga muncul dengan segera. Beberapa kelompok memiliki risiko tinggi untuk tertular TB, seperti orang tua, bayi dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit lain, seperti AIDS atau diabetes, atau bahkan individu yang telah menjalani kemoterapi. Berada di sekitar orang lain yang menderita TB, memiliki pola makan yang buruk atau hidup dalam kondisi yang tidak sehat merupakan faktor-faktor risiko untuk tertular TB.

Para ahli percaya bahwa sepertiga populasi dunia telah terinfeksi oleh M. tuberculosis, dan infeksi baru terjadi dengan kecepatan satu orang per satu detik. Pada tahun 2007, diperkirakan ada 13,7 juta kasus kronis yang aktif di tingkat global. Pada tahun 2010, diperkirakan terjadi pertambahan kasus baru sebanyak 8.8 juta kasus, dan 1,5 juta kematian yang mayoritas terjadi di negara berkembang.

7. Penyakit Diare


Diare didefinisikan sebagai sebuah penyakit di mana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. Jika diare berlangsung selama beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan, diare dianggap sebagai penyakit kronis. Diare apapun dapat menyebabkan dehidrasi, yang berarti tubuh akan kehilangan banyak cairan dan elektrolit penting. Orang-orang dari segala usia bisa terkena diare, menurut National Institutes of Health, di Amerika Serikat, orang dewasa rata-rata mengalami satu kejadian diare yang parah per tahun sementara anak-anak rata-rata memiliki dua episode per tahun. Meskipun penyakit ini relatif umum, tetapi jika tidak diobati, dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan bahkan kematian...! Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.

5. Penyakit Paru Obstruktif Kronik


Penyakit paru obstruktif kronik atau umumnya dikenal sebagai PPOK, merupakan salah satu bentuk yang paling umum dari penyakit paru-paru, dan ia membuat penderitanya sangat sulit untuk bernapas. Ada dua bentuk PPOK. Yang pertama adalah bronkitis kronis, yang didefinisikan oleh batuk jangka panjang dengan disertai dahak. Sedangkan yang satu lagi adalah emfisema, yaitu kerusakan paru-paru yang terjadi sedikit demi sedikit. Kebanyakan orang dengan PPOK memiliki kombinasi keduanya. WHO menyebutkan PPOK merupakan penyebab kematian kelima didunia, yaitu akan menyebabkan kematian pada 2,75 juta orang atau setara dengan 4,8%.

Merokok adalah penyebab utama penyakit ini, walaupun ada juga faktor risiko lain, seperti paparan gas atau uap di tempat kerja. Pada dasarnya, jauhi nikotin!

4. HIV / AIDS


HIV / AIDS pertama kali dilaporkan pada tahun 1980, dan sepanjang beberapa dekade, penyakit ini telah mempengaruhi hidup manusia. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, dan merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti. Infeksi HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh ke titik dimana tubuh akhirnya tidak mempunyai sistem pertahanan apa-apa lagi, sehingga penyakit yang umum seperti flu biasa pun bisa berakibat fatal. Virus ini menyerang sel-sel T dan sel CD4, dimana keduanya dibutuhkan untuk melawan infeksi. AIDS, atau Acquired Immune Deficiency, adalah ketika sistem kekebalan tubuh tidak bekerja sebagaimana mestinya.

AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia. Pada Januari 2006, UNAIDS bekerja sama dengan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981. Dengan demikian, penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. AIDS diklaim telah menyebabkan kematian sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa pada tahun 2005 saja, dan lebih dari 570.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak.

3. Infeksi Pernapasan Bawah


Kita semua perlu untuk bernapas. Bernafas adalah salah satu kebutuhan hidup. Tetapi jika sedang menderita infeksi pernapasan bawah, pernapasan tidak bisa dilakukan seperti biasanya. Ada dua jenis infeksi pernapasan bawah, bronkitis dan pneumonia. Beberapa gejala umum dari infeksi ini adalah pilek dan bersin, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Anak-anak sangat rentan terhadap penyakit ini.
Infeksi saluran pernafasan bawah umumnya lebih serius daripada infeksi saluran pernapasan atas. Sejak tahun 1993 telah terjadi sedikit penurunan jumlah kematian akibat infeksi saluran pernapasan bawah. Namun pada tahun 2002 penyakit ini masih menjadi penyebab utama kematian di antara semua penyakit menular, dan menyumbang 3,9 juta kematian di seluruh dunia dan 6,9% dari semua kematian tahun itu. Pada 2010, infeksi saluran pernafasan bawah menyebabkan sekitar 2,8 juta kematian.

2. Penyakit Serebrovaskular


Stroke (bahasa Inggris: stroke, cerebrovascular accident, CVA) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang dapat merusakkan atau mematikan sel-sel saraf di otak. Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu.

Penyakit serebrovaskular atau stroke terjadi ketika aliran darah ke suatu bagian otak terganggu karena pembuluh darah di otak tersumbat (ischemic stroke) atau pecah terbuka (hemorrhagic stroke). Jika aliran darah berhenti selama lebih dari beberapa detik, otak tidak bisa mendapatkan darah dan oksigen. Sel-sel otak kemudian mati, menyebabkan kerusakan permanen. Ketika sel-sel otak mati, tubuh menjadi panik.

Stroke adalah penyebab kematian kedua di seluruh dunia pada tahun 2008, dengan 6,2 juta kematian (hingga 11% dari total kematian). Sekitar 17 juta orang mengalami stroke pada tahun 2010 dan 33 juta orang pernah mengalami stroke sebelumnya dan masih hidup.  Antara tahun 1990 dan 2010 jumlah penderita stroke turun sekitar 10% di negara maju dan meningkat sebesar 10 % di negara berkembang. Secara keseluruhan, dua pertiga dari kejadian stroke terjadi pada orang di atas 65 tahun.

Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama untuk stroke, sehingga menjaga tekanan darah normal adalah cara utama untuk menghindarinya.

1. Penyakit Jantung Iskemik


Penyakit jantung iskemik juga dikenal sebagai penyakit arteri koroner. Penyakit jantung iskemik terjadi ketika ada penyumbatan parsial aliran darah ke jantung. Jika aliran darah benar-benar diblokir maka infark miokard (serangan jantung) terjadi. "Iskemik" berarti bahwa organ (seperti jantung) tidak mendapatkan cukup darah dan oksigen. Ketika arteri yang membawa darah dan oksigen ke jantung terhambat, itu berarti Anda memiliki penyakit jantung iskemik - dan masalah yang sangat besar. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian.

Berdasarkan data WHO (2011) bahwa penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia dan 60 % dari seluruh penyebab kematian penyakit jantung adalah penyakit jantung iskemik dan sedikitnya 17,5 juta atau setara dengan 30,0 % kematian di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit jantung. Diperkirakan tahun 2030 bahwa 23,6 juta orang di dunia akan meninggal karena penyakit kardiovaskular.

Faktor risiko seseorang untuk menderita PJK dibagi menjadi dua kelompok yaitu faktor risiko yang dapat dikendalikan dan yang tidak dapat dikendalikan.  Faktor risiko yang dapat dikendalikan atau terdiri atas kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi (hipertensi), dislipidemia, penyakit diabetes melitus, stress, dan obesitas. Sedangkan faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan terdiri atas keturunan, usia (makin lanjut usia seseorang makin berisiko terkena PJK) dan jenis kelamin (pria mempunyai risiko lebih tinggi daripada wanita namun setelah menopause, risiko wanita terkena PJK menjadi meningkat).


Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyakit jantung iskemik adalah menaruh perhatian yang besar pada faktor-faktor risiko tersebut.
 

Senyawa Kimia dibalik Asap Rokok


Pada bulan April 1994, lima perusahaan rokok besar Amerika mengirimkan daftar yang berisi 599 bahan aditif disetujui oleh Pemerintah AS untuk digunakan dalam pembuatan rokok.

Walaupun bahan-bahan ini telah disetujui sebagai aditif untuk makanan, akan tetapi tidak diuji dengan membakarnya. Para ahli mengatakan bahwa asap rokok mengandung lebih dari 4.000 senyawa yang berbeda, dan 69 dari bahan kimia tersebut diketahui menyebabkan kanker. Sejumlah besar dari senyawa tersebut bersifat toksik (beracun) dan dapat merusak sel-sel tubuh. Banyak dari senyawa tersebut juga bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker). Karbon monoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida dan amonia semua ada dalam asap rokok.
 

6 Tanda dan Gejala Batu Ginjal



batu ginjal
Penyakit batu ginjal adalah salah satu gangguan urologis yang paling menyakitkan dan lazim terjadi di masyarakat. Lebih dari satu juta kasus batu ginjal didiagnosa setiap tahunnya dengan perkiraan 10 persen orang menderita batu ginjal pada beberapa titik dalam hidupnya. Untungnya, sebagian besar batu ginjal keluar dari tubuh tanpa intervensi apapun. Jika Anda tidak begitu beruntung, informasi berikut akan membantu Anda dan dokter Anda untuk menangani penyebab, gejala dan komplikasi yang mungkin ditimbulkan oleh penyakit batu ginjal. Pelajari tanda-tanda dan gejala batu ginjal sehingga Anda tahu kapan untuk mencari pengobatan.
 

Tips Meningkatkan IQ Anak

Belajar bersama anak
Kita sama-sama mungkin sudah tahu bahwa faktor genetika yang ditunjang dengan gizi yang baik, proteksi dari zat-zat berbahaya, serta banyak waktu bermain dan latihan semuanya akan membantu memelihara kecerdasan seorang anak. Tapi apakah ada sesuatu yang lebih baik yang dapat dilakukan untuk secara aktif meningkatkan IQ anak?
 

Proses Penuaan Dapat Diperlambat dengan Perubahan Gaya Hidup Positif

proses penuaan
Perubahan gaya hidup positif, seperti menerapkan pola makan sehat dan olahraga secara teratur, dapat memperlambat proses penuaan, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet Oncology.

Peneliti dari University of California di San Francisco telah menemukan bahwa perubahan gaya hidup tertentu dapat menambah panjang telomere.

Telomere adalah protein DNA kompleks yang ditemukan di ujung kromosom yang mengendalikan proses penuaan. Telomere melindungi ujung kromosom dari menjadi rusak. Jika telomere memendek atau rusak, sel-sel menua dan mati lebih cepat, dan memicu proses penuaan.
 

Orang Berwajah Lebar Membuat Orang Lain Bertindak Egois

Serangkaian studi oleh dua asisten profesor UC Riverside menunjukkan individu berperilaku lebih egois ketika berinteraksi dengan orang dengan wajah yang lebih lebar.
Kredit: Luis Sanz
Dua asisten profesor manajemen di University of California, Riverside dan beberapa peneliti lain telah menunjukkan bahwa orang dengan wajah yang lebih lebar bertindak lebih agresif, kurang dapat dipercaya dan lebih cenderung untuk terlibat dalam penipuan.

Baru-baru ini, dalam sebuah makalah yang baru saja diterbitkan, mereka telah menunjukkan, dalam empat serangkaian penelitian, bahwa individu cenderung berperilaku lebih egois ketika berinteraksi dengan orang dengan wajah yang lebih lebar dan perilaku egois ini memunculkan perilaku egois pada orang lain.
 

Waktu Tidur yang Tidak Teratur Dapat Mengurangi Kekuatan Otak Anak

anak tidur
Tidur pada waktu yang berbeda setiap malam selama usia dini tampaknya berdampak mengurangi kekuatan otak anak-anak, menurut sebuah studi jangka panjang yang diterbitkan secara online dalam Journal of Epidemiology and Community Health.

Mengingat pentingnya perkembangan anak usia dini pada kesehatan selanjutnya, mungkin ada efek yang dapat berimbas pada kehidupan mereka selanjutnya akibat dari pengekangan kekuatan otak tersebut.
 

Manfaat Kesehatan dari Buah Mangga

Mangga, buah yang berwarna kuning keemasan, termasuk dalam keluarga Anacardiaceae. Berbagai varietas mangga tumbuh subur di Burma, Afrika, Malaysia, India, dan Indonesia. Mangga merupakan buah yang penuh gizi, sangat kaya akan mineral, vitamin, antioksidan, dan enzim.
 

ASI Dapat Melindungi Anak dari Gangguan Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD)

gangguan hiperaktivitas dan defisit perhatian
Kita tahu bahwa menyusui memiliki dampak positif pada perkembangan dan kesehatan anak, termasuk diantaranya perlindungan terhadap penyakit. Baru-baru ini para peneliti dari Tel Aviv University telah menunjukkan bahwa ASI juga dapat membantu melindungi anak dari Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) atau dalam bahasa Indonesianya gangguan hiperaktivitas dan defisit perhatian (GHDP), yaitu suatu gangguan neurobehavioral yang paling sering didiagnosis pada anak-anak dan remaja.
 

Apa itu Zinc? Apa Manfaatnya?

Zinc atau Seng (Zn) merupakan logam transisi yang termasuk kelompok 12 dalam tabel periodik. Sebagai "unsur jejak penting" , zinc memiliki makna biologis yang substansial bagi tanaman dan hewan.

Zinc bertanggung jawab bagi sejumlah fungsi yang berbeda dalam tubuh manusia dan membantu merangsang aktivitas kurang lebih 100 enzim yang berbeda.

Hanya dengan mengonsumsi asupan yang sangat kecil dari Zinc dapat memberikan manfaat yang besar bagi tubuh. Saat ini, Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk Zinc adalah: 9-12 mg / hari untuk wanita dan 12-17 mg / hari untuk pria (tergantung kelompok umur).
 

Peneliti Berhasil Menemukan Obat Uban dan Vitiligo

obat uban
Pseudocatalase, senyawa baru yang mampu membalikkan stres oksidatif dapat membantu untuk mengobati kehilangan warna kulit atau rambut, seperti uban atau vitiligo.

Para ilmuwan dari Institute for Pigmentary Disorders bekerjasama dengan E.M. Arndt University of Greifswald, Jerman dan Centre for Skin Sciences, School of Life Sciences di University of Bradford, Inggris, menjelaskan bahwa uban terjadi karena stres oksidatif secara masif yang disebabkan oleh terbentuknya hidrogen peroksida dalam folikel rambut. Hal inilah yang menyebabkan rambut memutih sendiri dari akarnya.
 

Obesitas dan Gangguan Metabolisme Dapat diwarisi

lelaki obesitas

Ayah yang Obesitas Mewariskan Kecenderungan untuk Obesitas dan Gangguan Metabolisme Kepada Anaknya

Jika Anda mengalami obesitas dan berharap untuk menjadi seorang ayah, inilah alasan yang sangat penting untuk menurunkan berat badan: anak dan cucu Anda mungkin akan mewarisi lingkar pinggang atau gangguan metabolisme yang Anda miliki. Baru-baru ini para ilmuwan telah menemukan pada tikus bahwa ayah yang obesitas (bahkan pada mereka yang tidak menunjukkan tanda-tanda diabetes) mewariskan sifat negatif ini, dan yang paling sering adalah pada anak perempuannya. Walaupun begitu, anak lelaki tidak sepenuhnya dapat menghindari warisan genetik ini, karena baik anak laki-laki dan anak-anak perempuan dari ayah yang mengalami obesitas mengalami peningkatan risiko terkena penyakit metabolik, seperti diabetes.
 

Mengapa Perempuan Merespon Lebih Baik Terhadap Stres?

stres

Sudah menjadi pandangan umum bahwa perempuan lebih tangguh daripada laki-laki dalam merespon stres, dan sekarang para peneliti di University of Buffalo telah menemukan penjelasan ilmiahnya. Makalah mereka telah dipublikasikan di jurnal bergengsi, Molecular Psychiatry.
 

Waspadai Penyakit Antraks

Apa Itu Penyakit Antraks?



Penyakit antraks adalah salah satu penyakit hewan yang dapat menular pada manusia secara akut, yang disebabkan oleh kuman antraks dan dapat menimbulkan kematian yang tinggi. Kuman ini dapat membentuk spora yang tahan terhadap segala perubahan lingkungan sehingga sulit dimusnahkan.
 

LDL (Low-density lipoprotein), Si Kolesterol “Jahat”

Apakah kolesterol itu?


Kolesterol dapat ditemukan dalam aliran darah dan di semua sel tubuh. Tubuh juga memproduksi semua kolesterol yang dibutuhkan. Low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol 'jahat' dapat menyatu dengan lemak dan zat-zat lain yang kemudian menumpuk di dinding bagian dalam arteri. Karenanya, arteri bisa menjadi tersumbat dan menyempit, sehingga mengakibatkan aliran darah berkurang. High-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol 'baik' membawa kolesterol berbahaya dari arteri dan membantu melindungi dari serangan jantung dan stroke.
 

Penyakit Demam Chikungunya

Awas Chikungunya

Epidemiologi Chikungunya

Sejarah dan Penyebaran Penyakit Chikungunya

Dari sejarah diduga KLB Chikungunya pernah terjadi pada tahun 1779 di Batavia dan Kairo; 1823 di Zanzibar; 1824 di India; 1870 di Zanzibar; 1871 di India; 1901 di Hongkong, Burma, dan Madras; 1923 di Calcuta.

Pada tahun 1928 di Cuba pertama kali digunakan istilah “dengue”, ini dapat diartikan bahwa infeksi Chikungunya sangat mirip dengan Dengue. Istilah “Chikungunya” berasal dari bahasa suku Swahili yang berarti “Orang yang jalannya membungkuk dan menekuk lututnya”, suku ini bermukim di dataran tinggi Makonde Provinsi Newala, Tanzania (yang sebelumnya bernama Tanganyika).
 

Tidur yang Cukup Dapat 'Melindungi Jantung'


“Penelitian ini menunjukkan bahwa mengkombinasikan antara tidur yang cukup dengan gaya hidup sehat lainnya dapat mengurangi risiko penyakit jantung".

Tidur tujuh jam atau lebih di malam hari merupakan salahsatu pola hidup sehat yang dapat meningkatkan manfaat bagi jantung. Sebelumnya, sebuah studi besar telah merekomendasikan bahwa pola hidup sehat, seperti olahraga, diet sehat, menghindari konsumsi alkohol dan merokok dapat mengurangi kematian akibat penyakit jantung atau stroke. Selain 4 pola hidup sehat tersebut, sebuah penelitian menyatakan bahwa risiko penyakit jantung bahkan dapat lebih ditekan jika ditambahkan dengan pola tidur yang baik.
 

Penyakit Jantung Koroner (PJK)

PENYAKIT JANTUNG KORONER
Penyakit jantung koroner (PJK) terjadi ketika pasokan darah ke otot-otot dan jaringan jantung tersumbat oleh penumpukan bahan lemak dalam dinding arteri koroner. Penyakit jantung koroner (PJK) ini dapat dikatakan sebagai pembunuh nomor satu. Di seluruh dunia, PJK menyebabkan kurang lebih 74.000 kematian setiap tahun. Artinya, rata-rata 200 orang setiap hari.

Untuk Indonesia, saat ini penyakit jantung koroner menempati posisi pertama sebagai penyebab kematian. Tingginya angka kematian di Indonesia akibat penyakit jantung koroner (PJK) mencapai 26% dari seluruh jumlah kematian akibat penyakit. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga Nasional (SKRTN), dalam 10 tahun terakhir angka tersebut cenderung mengalami peningkatan.

Perlu juga diketahui, sebanyak 40% orang yang meninggal karena serangan jantung tidak mengetahui kalau dirinya mengidap penyakit jantung koroner. Karena itu, adalah sangat penting bagi kita untuk mengetahui penyakit yang satu ini.

Apakah Penyakit Jantung Koroner Itu?


Jantung adalah sebuah pompa seukuran kepalan tangan yang mengirimkan darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Darah dipompa ke organ-organ tubuh melalui pembuluh darah yang dikenal sebagai arteri, dan kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena.

Selain mengirimkan darah ke seluruh tubuh, jantung sendiri juga membutuhkan suplai darah untuk tetap bekerja. Penyakit jantung terjadi ketika arteri yang membawa darah ini, yang dikenal sebagai arteri koroner, mulai tersumbat oleh penumpukan endapan lemak.

Penyumbatan ini disebabkan karena lapisan dalam arteri koroner secara sedikit demi sedikit dipenuhi oleh endapan zat menyerupai bubur, yang dikenal sebagai plak, dan terbentuk dari kolesterol. Proses penyumbatan ini dikenal sebagai aterosklerosis.

Plak mempersempit arteri dan mengurangi ruang darah untuk dapat mengalir. Plak tersebut juga dapat memblokir nutrisi yang dikirimkan ke dinding arteri, yang berarti arteri kehilangan elastisitasnya. Pada gilirannya, ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yang juga meningkatkan risiko penyakit jantung. Proses yang sama terjadi di arteri seluruh tubuh, dan dapat menambah beban lebih lanjut pada jantung.

Jika arteri sebagian besar tersumbat, seseorang dapat mengalami angina  (nyeri dada parah yang dapat menyebar ke seluruh tubuh bagian atas) yang disebabkan karena jantung berjuang untuk tetap memompa pada pasokan oksigen yang terbatas. Pada kondisi ini, seseorang berisiko lebih besar untuk terkena serangan jantung.

Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi terkena aterosklerosis karena faktor genetik serta beberapa faktor gaya hidup yang juga meningkatkan risiko, seperti diet yang tidak sehat (terlalu banyak konsumsi gula misalnya), kurang olahraga, diabetes, tekanan darah tinggi dan yang paling penting, merokok.

Apa yang Terjadi Selama Serangan Jantung?


Serangan jantung terjadi ketika salah satu arteri koroner menjadi sepenuhnya tersumbat. Hal ini biasanya terjadi ketika plak, yang sudah mempersempit arteri, retak atau pecah. Hal ini memicu pembentukan bekuan darah di sekitar plak tersebut, dan bekuan darah inilah yang kemudian benar-benar memblok arteri.

Dengan suplai oksigen benar-benar diblokir, otot jantung dan jaringan yang disuplai oleh arteri mulai mati. Intervensi medis diperlukan untuk membuka pemblokiran arteri dan memulihkan aliran darah. Intervensi ini terdiri dari pengobatan dengan obat untuk melarutkan bekuan atau trombus, atau operasi kecil yang dilakukan melalui kulit dan pembuluh darah untuk membuka arteri yang tersumbat.

Hasil akhir dari serangan jantung bergantung pada jumlah otot yang mati sebelum diperbaiki. Semakin kecil daerah yang terkena, semakin besar kesempatannya untuk bertahan hidup dan pulih kembali.

Sementara serangan jantung akan selalu menyebabkan beberapa kerusakan permanen, beberapa daerah mungkin dapat pulih jika tidak mengalami kekurangan darah yang terlalu lama. Semakin cepat serangan jantung didiagnosa dan diobati, semakin besar pula kesempatan untuk mengalami pemulihan.

Penyakit Jantung Lainnya


Penyakit lain yang sering mempengaruhi jantung meliputi:

Gagal Jantung Kronis

PJK merupakan salah satu penyebab utama gagal jantung. Pada kasus Gagal jantung kronis, jantung tidak bekerja secara efektif sebagai pompa, sehingga menyebabkan cairan mengumpul di tungkai bawah dan paru-paru. Hal ini menyebabkan berbagai keluhan dan secara signifikan mengurangi kualitas hidup.

Infeksi

infeksi bakteri seperti endokarditis telah jarang terjadi, tetapi dapat merusak katup jantung serta jaringan lain. Infeksi virus juga dapat merusak otot jantung dan menyebabkan gagal jantung, atau menyebabkan irama jantung yang abnormal.

Penyakit Jantung Bawaan

Sejumlah kecacatan dapat terjadi di jantung sejak bayi berkembang dalam rahim. Salah satu contohnya adalah adanya lubang di jantung, yang juga dikenal sebagai defek septum. Penyakit jantung kongenital dapat menyebabkan aliran darah abnormal dan menambah beban yang berlebihan pada jantung bayi setelah lahir.

Cardiomyopathy 

Penyakit otot jantung yang dapat terjadi dikarenakan beberapa penyebab yang berbeda, seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, infeksi virus, konsumsi alkohol yang tinggi dan penyakit tiroid.
 

Penyakit Infeksi TORCH

Penyakit Infeksi TORCH (Toksoplasma, Rubela, Cytomegalovirus/CMV dan Herpes simplex) adalah sekelompok infeksi yang dapat ditularkan dari wanita hamil kepada bayinya. Ibu hamil yang terinfeksi TORCH berisiko tinggi menularkan kepada janinnya yang bisa menyebabkan cacat bawaan. Dugaan terhadap infeksi TORCH baru bisa dibuktikan dengan melakukan pemeriksaan darah atau skrining. Jika hasilnya positif, atau terdapat infeksi aktif, selanjutnya disarankan pemeriksaan diagnostik berupa pengambilan sedikit cairan ketuban untuk diperiksa di laboratorium.
 

Sejarah Pengendalian Malaria Di Indonesia

A.      Periode 1959 – 1968 (Periode Pembasmian Malaria)


Upaya pengendalian penyakit malaria dimulai sejak tahun 1959 dengan adanya KOPEM (Komando Pembasmian Malaria) di pusat dan di daerah didirikan Dinas Pembasmian Malaria yang merupakan integrasi institut Malaria, serta untuk pelatihan didirikan Pusat Latihan Malaria di Ciloto dan 4 pusat latihan lapangan di luar Jawa.

penyemprotan insektisida
Pada periode ini pengendalian malaria disebut sebagai periode pembasmian, dimana fokus pembasmian dilaksanakan di pulau Jawa, Bali dan Lampung. Kegiatan utama yang dilaksanakan adalah dengan penyemprotan insektisida, pengobatan dengan Klorokuin dan profilaksis. Baru pada tahun 1961 -1964 penyemprotan insektisida dilakukan juga di luar wilayah Jawa dan Bali. Upaya ini cukup berhasil di daerah Jawa dan Bali dengan adanya penurunan parasite rate.

Tahun 1966, upaya pemberantasan malaria menghadapi berbagai kendala, yang disebabkan karena pembiayaan menurun baik dari pemerintah maupun dari bantuan luar, meluasnya resistensi Anopheles aconitus terhadap DDT dan Dieldrin di Jawa Tengah dan Jawa Timur, adanya resistensi Plasmodium falciparum dan Plasmodium malariae terhadap Pirimetamin dan Proguanil serta meningkatnya toleransi Plasmodium falciparum terhadap Primakuin di Irian Jaya.

Selanjutnya tahun 1968, KOPEM diintegrasikan ke dalam Ditjen P4M (Pencegahan Pemberantasan dan Pembasmian Penyakit Menular), sehingga tidak lagi menggunakan istilah pembasmian melainkan pemberantasan.

B.     Periode 1969 – 2000 (Pemberantasan Malaria)


Dengan terintegrasinya upaya pengendalian malaria dengan sistim pelayanan kesehatan, maka kegiatan malaria dilaksanakan oleh Puskesmas, RS maupun sarana Pelayanan kesehatan lainnya. Seiring dengan perubahan ekologi, tahun 1973 mulai dilaporkan adanya resistensi Plasmodium falciparum di Yogyakarta, bahkan tahun 1975 di seluruh provinsi di Indonesia, disertai dengan kasus resistensi Plasmodium terhadap Sulfadoksin-Pirimethamin (SP) di beberapa tempat di Indonesia.

Tahun 1973 ditemukan penderita import dari Kalimantan Timur di Yogyakarta. Tahun 1991 dilaporkan adanya kasus resistensi Plasmodium vivax terhadap Klorokuin di Pulau Nias, Provinsi Sumatera Utara.

C.      Periode 2000 – sekarang


Sejak dilaporkan adanya resistensi Plasmodium falciparum terhadap Klorokuin (hampir di seluruh provinsi di Indonesia) dan terhadap Sulfadoksin-Pirimethamin (SP) di beberapa tempat di Indonesia, maka sejak tahun 2004 kebijakan pemerintah menggunakan obat pilihan pengganti Klorokuin dan SP yaitu dengan kombinasi Artemisinin (Artemisinin-based Combination Therapy/ACT).

Ayo Berantas Malaria
Pada tahun 2000 dilahirkan Penggalakkan pemberantasan malaria melalui gerakan masyarakat yang dikenal dengan Gerakan Berantas Kembali Malaria atau ”Gebrak Malaria”. Gerakan ini merupakan embrio pengendalian malaria yang berbasis kemitraan dengan berbagai sektor dengan slogan “Ayo Berantas Malaria”. Selanjutnya tahun 2004 dibentuk Pos Malaria Desa Sebagai bentuk Upaya Kesehatan berbasis masyarakat (UKBM).

Mengingat malaria masih menjadi masalah di tingkatan global, dalam pertemuan WHA 60 tanggal 18 Mei 2007 telah dihasilkan komitmen global tentang eliminasi malaria bagi setiap negara. Indonesia termasuk salah satu negara yang berkomitmen untuk meng- Eliminasi malaria di Indonesia. Eliminasi Malaria sangat mungkin dilaksanakan mengingat telah tersedia 3 kunci utama yaitu :
  1. Ada obat ACT
  2. Ada teknik diagnosa cepat dengan RDT (Rapid Diagnose Test)
  3. Ada teknik pencegahan dengan menggunakan kelambu LLIN (Long Lasting Insectized Net), yang didukung oleh komitmen yang tinggi dari pemda setempat.

Malaria sebagai salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, berdampak kepada penurunan kualitas sumber daya manusia yang dapat menimbulkan berbagai masalah sosial, ekonomi, bahkan berpengaruh terhadap ketahanan nasional. Disadari bahwa penyebaran malaria tidak mengenal batas wilayah administrasi, oleh karena itu upaya pengendalian malaria memerlukan usaha bersama dari kita sebagai warga masyarakat.

Artikel berikut mungkin bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai Vektor Malaria dan Cara Pengendaliannya.
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. info-kes.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger